Assalamu'alaikum Warahmatulahi Wabarakatu.
Bismillahirrahmanirrahim
Allahummashalli 'alaa Muhammad wa'alaa aalihi wa ashabihi wadlurriyatihi
washallim.
“Alhamdulillahi nasta’iinuhu wanastagh firuhu wana’uudzubillaahi min
syuruuri anfusinaa waminsayyi ati a’ maalinaa man yahdihillahu falaa
mudhilla lahu waman yudhlil falaa haadiya lahu, asyhadu anlaa ilaha
illallaahu wah dahulaa syariikalahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warasuuluhu la nabiya ba’da.”
Nasehat Untuk Wanita
Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga tetap
tercurahkan kepada baginda Rasulullah, dan aku bersaksi bahwa tiada
tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa
dan tiada sekutu bagi -Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba
dan utusan -Nya.. Amma Ba’du:
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim,
laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap
dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan
perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki
dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa,
laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan
perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan
untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Ahzab: 35)
Diriwayatkan oleh Al-Turmudzi di dalam kitab sunannya dari hadits
Ummu Imarah Al-Anshoryah radhiallahu ‘anha bahwa ia mendatangi Nabi
Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Aku tidak melihat
segala sesuatu kecuali dikhususkan bagi kaum pria, dan kau tidak melihat
susuatu apapun yang secara khusus menyebutkan tentang perkara wanita.
Lalu turunlah ayat ini:
Ø¥ِÙ†َّ الْÙ…ُسْÙ„ِÙ…ِينَ ÙˆَالْÙ…ُسْÙ„ِÙ…َاتِ
Dan inilah sebagian wasiat yang aku wasiatkan kepada sebagian
saudara-saudaraku yang beriman semoga Allah memberikan manfaat
dengannya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka
(adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh
(mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan
sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan
Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.( QS. Al-Taubah: 71).
Wasiat Pertama:
Berpegang teguh dengan tauhid dan waspada terhadap syirik.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Tidak ada paksaan untuk
(memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar
daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada
Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang
kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 256).
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Dan barang siapa yang
menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat
kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang
kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan. (QS. Luqman:
22)
Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata,
“Pondasi dan dasar din Islam adalah dua perkara yang besar, yaitu:
Pertama: Perintah untuk beribadah kepada Allah semata dan
menganjurkan berbuat seperti itu serta saling mecintai karena hal
tersebut, juga mengkafirkan orang yang meninggalkannya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab,
marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada
perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah
dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula)
sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah.
Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: Saksikanlah, bahwa
kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS. Ali
Imron: 64)
Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad
shalallahu ‘alaihi wasallam untuk menyeru para ahli kitab agar mereka
kembali kepada makna: (لا إله إلا الله) yaitu kalimat yang diserukan
oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam kepada bangsa Arab dan
yang lainnya.
Dan kalimat yang sama adalah (لا إله إلا الله) maksudnya
tiada yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah, maka tidak
boleh berdo’a, meminta pertolongan, menyembelih dan bernazar atau ibadah
yang lainnya kecuali diberikan kepada Allah, dan inilah dakwah para
Rasul semoga Allah mencurahkan kesejahteraan kepada mereka.
Wasiat kedua:
Menjauhi syirik dalam beribadah kepada Allah,
mewaspadai perkara tersebut dengan kewaspadaan yang tinggi, serta
memusuhi orang yang syirik dan mengkafirkan orang yang melakukan syirik.
Sebab tauhid tidak akan sempurna kecuali dengan hal ini, dan itulah
agama para Rasul, mereka telah memperingatkan kaum mereka dari syirik,
sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat
(untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut”.( QS.
Al-Nahl: 36).
Syirik akan menghapuskan semua pahala dan amal, baik yang kecil dan
yang besar, Allah tidak menerima apapun dari para pelaku syirik, tidak
juga menerima perbuatan yang sifatnya wajib atau sunnah. Allah subhanahu
wa ta’ala berfirman:
Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami
jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. (QS. Al-Furqon: 23)
Di antara musibah yang membuat tubuh dan hati menjadi khawatir dan
merupakan bahaya besar yang mengancam pondasi yang paling berharga bagi
umat ini adalah apa yang ditayangkan oleh para musuh-musuh Islam melalui
berbagai media elektronik, dan media lainnya berupa iklan-iklan yang
menghancurkan dan mengarah kepada terciptanya keraguan kaum muslimin
terhadap agama mereka sendiri, dan menggiring mereka kepada tindakan
untuk meninggalkan agama mereka. Waspadalah! inilah
bahaya yang pertama.
Bahaya kedua: Kita melihat tersebarnya para tukang ramal
dan tukang sihir, dan banyak orang yang mendatangi mereka dengan tujuan
berobat dan alasan lainnya. Maka tidak boleh bagi wanita yang beriman
mengunjungi tempat-tempat paranormal, yaitu orang-orang yang menganggap
dirinya mengetahui perkara-perkara yang gaib, untuk mengetahui jenis
penyakit, sebagaimana mereka juga tidak boleh membenarkan apa yang
dikatakan oleh dukun paranormal tersebut, sebab mereka cuma
mengira-ngira tentang perkara yang gaib, atau mereka mendatangkan jin
guna meminta tolong kepada mereka untuk memenuhi permintaan mereka.
Mereka ini dihukumi dengan kafir dan sesat apabila mengatakan bahwa
mereka mengetahui perkara yang gaib. Diriwayatkan oleh Muslim di dalam
kitab shahihnya dari Shafiyah dari sebagian istri-istri Nabi Muhammad
shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi
wasallam bersabda:
Barangsiapa yang mendatangi paranormal dan bertanya tentang sesuatu
maka dia tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam”.
Banyak bahaya lain yang mengancam umat ini dan tidak mungkin bisa
keluar darinya kecuali dengan mewujudkan tauhid dan berpegang teguh
padanya, mengetahui kesyirikan dan kekafiran serta waspada terhadap
keduanya dan berlepas diri dari keduanya.
Wasiat yang ketiga:
Menjaga shalat baik rukun, syarat dan perkara-perkara yang wajib.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Peliharalah segala salat (mu), dan (peliharalah) salat wusthaa.
Berdirilah karena Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk. (QS.
Al-Baqarah: 238)
Shalat adalah ibadah yang paling pertama yang akan ditanya oleh Allah
pada hari kiamat. Diriwayatkan oleh Al-Thabrani di dalam kitab
Al-Mu’jamul Ausath dari Abdulllah bin Qarth bahwa Nabi Muhammad
shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Perkara pertama yang akan dihisab
oleh Allah terhadap hamba -Nya pada hari kiamat adalah shalat, jika
shalatnya baik maka baiklah amal ibadah yang lain, dan jika rusak maka
rusaklah semua amalnya yang lain”.
Dan perkara terakhir yang diwasiatkan oleh Nabi Muhammad shalallahu
‘alaihi wasallam pada saat beliau menghadapi sakartul maut adalah bahwa
beliau bersabda,
“Jagalah shalat, jagalah shalat dan apa-apa yang
dimilki oleh tangan kanan kalian”.
Diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam kitab sunannya dari Ubadah bin
Shamit dia berkata, aku telah mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wasallam bersabda,
“Shalat lima waktu yang telah diwajibkan oleh Allah
atas hamba -Nya, maka barangsiapa yang mengerjakannya dan tidak
menyia-nyiakannya karena meremehkan hak-haknya, maka Allah akan berjanji
untuk memasukkannya ke dalam surga, dan barangsiapa yang tidak
mengerjakannya maka tidak ada janji dari Allah untuk memasukkannya ke
dalam surga, jika Allah berkehendak maka maka Dia akan menyiksanya dan
jika dia berkehendak maka Dia akan memasukkannya ke dalam surga”.
Dan ketahuilah wahai saudariku seiman bahwa tidak akan sempurna
keislaman seseorang sehingga dia mengerjakan rukun Islam yang lima.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar
radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam
bersabda, “Islam itu didirikan atas lima pondasi, bersaksi bahwa tiada
zat yang lebih berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah dan aku
bersaksi bahwa Muhamad adalah utusan Allah, mendirikan shalat,
menunaikan zakat dan berpuasa pada bulan ramadhan serta berhaji ke
baitullah”.
Wasiat yang keempat:
Bertafaquh dalam agama.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan
orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah
yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Al-Zumar: 9)
Di dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Mu’awiyah RA bahwa Nabi
Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barangsiapa yang
dikehendaki oleh Allah suatu kebaikan maka dia akan diberikan kepahaman
dalam agama”.
Oleh karena itulah seorang wanita muslimah harus mendalami perkara
agamanya dengan cara menghadiri pengajian dan ceramah-ceramah agama,
mendengarkan kaset-kaset yang bermanfaat, membaca buku-buku yang
berguna, dan yang terpenting adalah mengahafal kitab Allah, dia adalah
puncak semua ilmu, sumber hikmah, taman bagi orang-orang yang shaleh,
perisai dari kesesatan yang nyata serta beramal dengannya. Aisyah RA
berkata: “Alangkah baiknya wanita-wanita Anshar, rasa malu tidak
mencegah mereka untuk bertanya tentang urusan agama mereka”.
Wasiat kelima:
Bertaqwa kepada Allah dan muraqabah kepada -Nya dalam
keadaan sunyi atau ramai, sebab taqwa kepada Allah adalah wasiat Allah
bagi orang-orang terdahulu dan yang akan datang. Allah subhanahu wa
ta’ala berfirman:
“..dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang
diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada
Allah”. (QS. Al-Nisa’: 131)
Dan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam banyak berwasiat kepada
para shahabatnya agar mereka bertaqwa kepada Allah, di dalam riwayat
Irbadh bin Sariyah bahwa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam
bersabda, “Aku berwasiat kepada kalian agar bertaqwa kepada Allah,
hendaklah kalian mendengar dan taat”.
Dan waspadalah terhadap kemaksiatan baik yang kecil atau yang besar,
dan Allah telah menjanjikan bagi orang yang meninggalkan dosa-dosa besar
bahwa akan dihapuskan dosa-dosa kecil mereka dan akan dimasukkan ke
dalam tempat yang mulia. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang
kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu
(dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia
(surga). (QS. Al-Nisa’: 31).
Wasiat yang keenam:
Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Hai istri-istri Nabi, kamu
sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka
janganlah kamu tunduk(^) dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang
yang ada penyakit dalam hatinya,(^) dan ucapkanlah perkataan yang baik,
(QS.Al-Ahzab: 32.)
Dan ini adalah perintah bagi istri-istri Nabi Muhammad shalallahu
‘alaihi wasallam untuk menjaga mereka dan juga bagi seluruh
wanita-wanita muslimah lainnya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian
mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka
menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar,
mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah
dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya
Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Taubah: 71.)
Oleh karena itulah maka wajib bagi wanita muslimah untuk
memperhatikan syi’ar Islam yang agung ini khususnya di rumah bersama
anak-anak dan anggota keluarganya, lalu jika dia melihat pada diri
saudaranya suatu kelalaian dalam ketaatan kepada Allah baik dalam
pelaksanaan shalat dan puasa mereka atau dalam menjalankan hak-hak
sebagai suami atau yang perkara lainnya maka hendaklah dia menasehati
mereka dengan kata-kata yang baik, dan nasehat yang benar, dengan
mencontoh para wanita dari kalangan shahabat, dan semoga Allah meredhai
mereka semua.
Wasiat ketujuh:
Bersifat malu.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang Nabi Musa alaihissalam
pada saat beliau membantu dua orang wanita untuk memberikan minum ternak
mereka:
Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita
itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil
kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan) mu memberi minum
(ternak) kami". (QS. Al-Qoshos: 25)
Sangat disayangkan bahwa sifat malu sangat jarang dimiliki banyak
wanita zaman sekarang ini, contohnya adalah keluarnya wanita ke pasar
bersama supir sendirian atau memakai cadar yang diletakkan pada
pertengahan hidung, cadar tersebut menutupi apa yang dibawah hidung
namun menampakkan mata dan kening, atau memakai celana panjang di
hadapan para wanita atau memakai pakaian abaya pada pundak atau memakai
pakaian yang sempit dan terbuka atau bertelanjang.
Diriwayatkan oleh
Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad
shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Dua golongan dari penghuni
neraka yang tidak pernah aku saksikan, dan beliau menyebutkan salah
satunya adalah:.....para wanita yang berpakaian namun telanjang,
berjalan lenggak lenggok dan memikat, kepala mereka seperti punuk unta
yang miring, mereka tidak akan masuk surga dan tidak pula mendapatkan
bau harumnya, padahal keharuman surga itu didapatkan dari jarak ini dan
ini”.
Oleh karena itulah, maka wajib bagi wanita muslimah untuk waspada
terhadap tipu daya musuh-musuh Allah terhadap diri mereka, mereka ingin
agar para wanita hidup bebas, menjadi barang murahan di tangan-tangan
mereka, mereka ingin mengebiri para wanita muslimah dari keimanan dan
agama mereka dan keluar dari fitrah yang telah diciptakan oleh Allah.
Oleh sebab itulah maka setiap wanita muslimah harus menyadari hal
tersebut.
Wasiat kedelapan:
Memperbanyak shedeqah.
Allah subhanahu w
a ta’ala berfirman:
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka,
kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi
sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara
manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan
Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. ( QS.
Al-Nisa’: 114.)
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa
yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi
(siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan,
maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang
sebaik-baiknya. (QS. Saba’: 39)
Di dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdullah bahwa Nabi Muhammad
shalallahu ‘alaihi wasallam memberikan peringatan kepada para wanita,
dalam sabdanya, “Perbanyaklah bershedeqah sebab sebagian besar kalian
adalah sebagai kayu bakar api neraka”.
Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Dan memberi hadiah serta
bersedeqah adalah perbuatan yang paling dicintai oleh Nabi Muhammad
shalallahu ‘alaihi wasallam, dan kesenangan beliau saat memberi lebih
besar dari kesenangan orang yang mengambil pemberian yang diberikan
kepadanya, beliau adalah orang paling dermawan dengan kebaikan, tangan
kanan beliau bagaikan angin yang berhembus kencang, dan apabila ada
orang yang membutuhkan datang meminta maka beliau mendahulukannya dari
kepentingan pribadinya, terkadang mendahulukan mereka dengan makanan,
terkadang pula dengan pakaian dan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi
wasallam memerintahkan untuk bersedeqah dan menganjurkan umatnya untuk
melakukan hal tersebut, dan beliau mengarahkan umat ini kepadanya baik
dengan harta dan perkataan beliau, oleh karena itulah maka beliau adalah
manusia ciptaan Allah yang paling lapang dadanya, yang paling baik
kehidupannya, paling halus hatinya dan shedeqah tersebut memiliki dampak
yang sangat mengagumkan dalam menciptakan kelapangan dada”.
Dan shedeqah yang paling baik adalah shedeqah yang pahalanya tetap
mengalir bagi para hamba walaupun dia telah meninggal dunia, itulah
shedeqah jariyah, seperti menggali sumur, membangun mesjid, mencetak
buku-buku agama, wakaf-wakaf yang pemanfaatannya untuk kemaslahatan
sosial, yaitu untuk orang fakir dan miskin dan yang lainnya.
Wasiat kesembilan:
Menjauhi teman yang buruk.
Dan Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan bahwa manusia pada hari
kiamat akan menyesal dengan teman yang buruk yang menyesatkannya dan
menjauhkannya dari jalan kebenaran.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang lalim menggigit dua
tangannya, seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan
bersama-sama Rasul." Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu)
tidak menjadikan si fulan itu teman akrab (ku). Sesungguhnya dia telah
menyesatkan aku dari Al Qur'an ketika Al Qur'an itu telah datang
kepadaku. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia. Berkatalah
Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an ini suatu
yang tidak diacuhkan". (QS. Al-Furqon: 27-30)
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi
sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Zukhruf:
67.)
Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim bahwa Nabi Muhammad shalallahu
‘alaihi wasallam bersabda, “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang
buruk sama seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun
penjual minyak wangi baik dia akan memberimu atau engkau membeli minyak
wangi darinya atau engkau akan mendapat bau yang wangi darinya.
Sementara tukang pandai besi baik dia akan membakar pakaianmu atau
engkau akan mendapat bau yang buruk darinya”.
Banyak wanita yang gagal dalam pendidikannya karena teman yang buruk,
banyak wanita yang kehormatannya terbengkalai dan hilang disebabkan
oleh teman yang buruk, banyak wanita yang tenggelam dalam obat-obat
terlarang dan mabuk-mabukkan dan berbagai bencana buruk yang diakibatkan
oleh tindakan-tindakan terlarang tersebut.
Oleh karena itulah aku berwasiat kepada saudariku yang beriman agar mereka tetap bersahabat dengan teman yang shaleh.
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan salam
tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga,
shahabat serta seluruh pengikut beliau.
Wallahu'alam
Barakallahu Fikum
Wasalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu
Bismillahirrahmanirrahim...
Allahumma shallii alaa Muhammad Nabiyyil ummi wa barik 'alaihi wasallim
Allahumma shallii 'alaa Muhammad Wa umma wabarik 'alaihi wasallim
Allahumma shallii 'alaa Muhammad Biadadi man shalla' alaihi wasallim
Allahumma shallii 'alaa Muhammad Biadadi man lam an yushalli 'alaihi wasallim
Allahumma shallii 'alaa Muhammad kama tuhibbu an yushalli 'alaihi wassallim
Allahumma shallii 'alaa Muhammad kama amarta an yushalli 'alaihi wasallim
Allahumma shallii 'alaa Muhammad kama yasbaqhis shalawatu 'alaihi wasallim.
Allahumma shalli 'alaa Muhammadin wa'ala ali Muhammadin kamasollaita'ala Ibrahim.
Wabarik'ala Muhammadin wa'ala ali Muhammadin kamabarakta'ala Ibrahima fil'alamin.
innaka hamidunmajid
amiin Ya Karim
amiin Ya Wahhab..amiin Ya "Alimun